Wednesday, 28 February 2018

Tebing Keraton, Dago, Bandung



Ahad, 25 Februari 2018 saya dan suami sudah siap pergi dari rumah sejak jam 8 pagi, karena kami berencana nonton pertunjukan angklung di Saung Angklung Udjo pada pukul 10.00 WIB. Saat sarapan, suami saya WA Saung Angklung Udjo untuk booking pertunjukan, namun sayang ternyata pertunjukan pukul 10.00 WIB tidak ada, pertunjukan hanya ada pada pukul 15.30 WIB, jadilah kami yang sudah rapi cari destinasi lain untuk jalan-jalan. Secara random, terpilihlah Tebing Keraton atau warga sekitar menyebutnya Tebing Karaton.

Jarak dari Alun-Alun Bandung ke Tebing Keraton ini sekitar 14km, ini saya googling pas Hari Selasa jadi titik macetnya sedikit, sehingga bisa ditempuh selama 46 menit menggunakan kendaraan roda empat, namun, sudah tahu kan yaa Bandung macetnya seperti apa pas weekend, paling cepat nyampe sana yaa sekitar satu sampai satu setengah jam. Saya kemarin menggunakan sepeda motor jadi lumayan durasi tempuhnya jadi bisa dipercepat.

Source: https://www.google.co.id/maps
Tebing Keraton ini terletak di daerah Dago dan masuk sebagai salah satu Kawasan Wisata Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Selama perjalanan ke Tebing Keraton, kami ditemani dengan udara sejuk khas Dago juga pemandangan kebun sayuran yang indah, tapi jangan kaget jika mencium bau pupuk kandang yang khas yaa. Jalanan menuju Tebing Keraton ini bagus-bagus aja sih, namun kira-kira 500 meter menuju lokasi, kita harus menempuh jalan bebatuan yang cukup tajam, sehingga kendaraan roda empat tidak diperkenankan untuk melewatinya. Bagi kalian yang menggunakan kendaraan roda empat, diharuskan parkir di area yang telah disediakan, dan naik menggunakan ojek atau jalan kaki. Kemarin ada beberapa rombongan sih yang jalan kaki, tapi kalau kalian tipe mainnya manja seperti saya, mending naik ojek aja, secara itu jaraknya lumayan jauh, belum lagi pas masuk di lokasi juga kita mesti jalan nanjak-nanjak yang lumayan cukup bikin cape. Untuk ongkos ojeknya saya ga tau soalnya kemarin ga naik ojek dan ga nanya-nanya juga hehehe.

Pemandangan di Jalan
Pemandangan di Jalan
Jalan Bebatuan
Menuju Parkir Kendaraan Roda 4

Sesampainya di lokasi, kita yang menggunakan kendaraan sepeda motor diharuskakn membayar biaya parkir sebesar Rp5.000,00. Lokasi parkirnya ada 3 dan cukup luas. Saat hendak masuk  ke tebing keratonnya, kita bayar lagi tiket masuk sebesar Rp10.000,00 dan asuransi Rp2.000,00 jadi total per orangnya Rp12.000,00.
 
Tempat Bayar Parkir Motor
Tanda Penitipan Kendaraan Bermotor

Ada Toilet, Mushola, dan Homestay juga
Salah Satu Area Parkir
Rest Area
Pintu Masuk Tebing Keraton
Tiket Masuk Tebing Keraton
Masuk ke lokasi, kita harus tracking, ga jauh-jauh banget sih, deket aja, cuman karena nanjak-nanjak dan turun-turun saya ko cape ya rasanya, apa karena lagi hamil juga ya hehehe.
Di lokasi ini, selain ada Tebing Keratonnya, tapi ada juga menara pengawas, sama camp ground, tapi saya ga ke sana karena cape hehehe.

Jalur Tracking
Ada Camping Ground juga
Tangga-Tangga di Tebing Keraton
Banyak Loh yang Sepedahan Ke Sini
Selfie Ria
Di sini kita bisa foto-foto aja sih, mau duduk-duduk juga bisa tapi fasilitas buat duduk-duduknya dikit, ada 1 saung-saung tapi kalau duduk di saung itu pemandangannya ga keliatan, pengennya pas liat tebing itu bisa sambil leyeh-leyeh ngemil, duduk-duduk cantik sambil minum yang anget-anget, tapi ga ada ehehehe. Ada warung-warung yang jualan minuman, makanan, tapi adanya di sekitaran area parkir dan rest area, bukan di dalam lokasinya, jadi lebih baik, kalau mau ngemil atau makan di dalam lokasi Tebing Keraton bawa bekal saja, tapi jangan lupa sampah di buang ke tempatnya, ada ko tempat sampahnya di dalam kawasan Tebing Keraton. Daaan, ini dia foto-foto di Tebing Keraton kemarin:

Enjoy
Hijaaauuuu
Bandung

Gatau Siapa, Liatnya aja Takut
Suami Akyuuu
Saya dan Suami

Tapi tenang, lokasi wisata ini masih dalam proses pengembangan, rencananya tahun 2018 ini akan dibangun sky walk, dari gambarnya sih keren banget itu sky walk nya bisa liat air terjun, yaa kita doakan semoga pembangunannya lancar, jadi next time bisa ke sini lagi dengan suasana yang berbeda.
Rencana Pengembangan 2018
Itu dia cerita saya di Tebing Keraton, terima kasih sudah membaca. 

Thursday, 22 February 2018

Cerita Trimester Pertama

Alhamdulillaah usia kandungan saya sudah menginjak trimester kedua. 21 November 2017, hari pertama haid terakhir saya, jadi usia kandungan saya satu minggu lebih duluan daripada usia pernikahan saya tanggal 28 November 2017. Sampai sekarang masih suka berasa mimpi, udah hamil, segala euforia nikah yang belum tertulis di blog ini aja rasanya ke skip semua, udah terganti sama euforia hamil. 
Saya dan suami memang tidak ingin menunda-nunda memiliki anak, jadi saat tahu saya hamil, semua anggota keluarga saya turut bahagia, yaa terutama saya dan suami saya. Saya yang baru pertama kali hamil ini pun banyak kaget juga selama menjalani trimester pertama kemarin, banyak perubahan, banyak yang harus diadaptasi, banyak hal baru yang harus saya lakukan dsb. Di postingan ini, saya ingin berbagi pengalaman selama menjalani trimester pertama kemarin.
Tapi sebelumnya, saya ingin cerita juga, sebelum saya menikah, saya juga sudah melakukan beberapa persiapan untuk hamil, berikut detailnya:

1. Minum Susu dengan Kandungan Asam Folat yang Tinggi
Hal ini malah saya lakukan sebelum saya kenal dengan suami saya, jadi waktu itu saya sakit, dan memerlukan asupan nutrisi ekstra, saat mencari-cari susu sebagai tambahan asupan gizi, pas saya baca-baca ternyata yang  paling lengkap itu susu ibu hamil, tapi karena waktu itu tinggal di mess dan takut disangkain udah hamil padahal belum nikah (hihihi), jadi saya pilih susu untuk ibu-ibu sebelum hamil, waktu itu saya minum Prenagen Emesis selama beberapa bulan. Setelah merasa bosan minum susu itu terus, saya ganti minum susu kedelai dari Cimory yang dirasa lebih praktis bisa langsung minum. Meminum susu kedelai Cimory ini terus saya lakukan sampai setelah menikah dan sebelum tau saya hamil (karena saat sudah tau hamil saya ganti jadi minum susu ibu hamil), suami saya juga jadi ikut-ikutan minum susu kedelai Cimory ini. Susu kedelai memang diketahui mengandung asam folat yang tinggi.

2. Sharing dengan Teman-Teman
Saya sering ngobrol dengan teman-teman saya yang sudah hamil mengenai tips agar segera hamil yang mereka dapatkan dari dokter kandungan, mengenai cara menghitung masa subur, makanan yang dianjurkan dan lain sebagainya. Untuk hal ini mungkin alangkah lebih baik masing-masing orang berkonsultasi ke dokter, agar memperoleh informasi yang tepat untuk kondisi masing-masing, karena sangat mungkin kondisi tiap orang yang berbeda-beda.

3. PreMarital Checkup
Sebelum menikah, saya dan suami melakukan premarital checkup, agar mengetahui penyakit-penyakit yang kami derita, yang memungkinkan untuk diobati sebelum menikah atau sebelum hamil, alhamdulillaah waktu itu tes nya menunjukan saya dan suami secara kondisi tubuh aman untuk memiliki keturunan.

4. Periksa Gigi
Saya sering mendengar banyak ibu hamil yang menderita sakit gigi, saya antisipasi hal tersebut dengan memeriksa gigi saya sebelum menikah, menambal gigi-gigi bolong, sampai mencabut gigi bungsu saya yang baru ketauan saat saya cek ke dokter saat itu. Jadi alhamdulillaah gigi bungsu terakhir saya sudah tumbuh tanpa menyebabkan demam pada saya, namun sayang posisi tumbuh nya menghadap ke pipi, jadi sangat memungkinkan tidak tersikat secara sempurna jadi bisa bolong dan suatu hari akan mengakibatkan sakit gigi, jadi mumpung belum sakit, dokter saat itu menyarankan untuk dicabut. 

5. Meminta Kepada Yang Maha Memberi
Karena seberapa besar pun usaha manusia, tetaplah Allah yang menentukan.

Kembali ke cerita hari-hari di trimester pertama yaa, tentuuu banyak sekali perubahan, karena ada satu mahluk Allah yang sedang tumbuh berkembang juga di tubuh ibu hamil, ini dia hal-hal yang terjadi pada saya:

1. Sering Merasakan Perut yang Bergejolak
Awal-awal rasanya seperti nyeri saat PMS, mules, panas, sakit di bagian perut lah, ini ga ada obat sih, paling dielus-elus, terus saya sama suami suka ngajakin ngobrol, "adek lagi tumbuh yaa jaringan-jaringannya, iya gpp dek, ibu tahan ko, adek semangat yaa" atau ajakin ngobrol apa aja sambil baca-bacain doa biar jadi anak soleh/solehah. Panas di bagian perut ini seriiing banget saya rasakan, padahal di bagian tubuh lain ga panas, jadi panas cuma di perut, yaa paling dibantu dengan minum air putih hangat atau minum susu ibu hamil, dan juga dinikmati sakit di perutnya itu jangan dibikin stress walau kadang saya juga suka nangis kalo udah sakitnya banget banget hehe.

2. Pilih-Pilih Makanan
Saya terbiasa untuk tidak terlalu pilih-pilih makanan, nah pas hamil ini malah jadi pilih-pilih banget, selain karena memang ada beberapa makanan yang tidak boleh dimakan oleh ibu hamil, saya juga jadi tidak terlalu suka makan nasi, bawang goreng, bawang merah, bawang daun, bawang bombai, apalagi bawang putih karena baunya yang menyengat. Selain itu saya juga jadi tidak suka makan telur, daging, ikan, ayam, dan goreng-gorengan apalagi jika saya lihat minyak gorengnya sudah digunakan beberapa kali. Saya malah suka udang sama cumi. Saya juga jika makan harus terpikir dulu, terbayang, lalu makan saat itu juga makanan yang saya pikirkan tadi, karena kalau tertunda beberapa jam saja, selera makannya jadi ganti, misal pagi saya pengen makan sayur bayam, dan baru ketemu sayur bayam sorenya, yang tadinya pengen banget makan sayur bayam karena udah kelewat beberapa jam jadi ga mau makan sayur bayam. Hal ini juga berlaku untuk makanan yang tidak mau saya makan tadi, jika saat itu saya ingin makan rendang misal, harus segera makan rendang, karena jika tertunda beberapa jam, melihat rendang yang tadinya pengen banget bisa jadi mual hehehe. Saat hamil juga saya jadi pengen makan yang seger-seger terus, seperti es krim, buah-buahan yang asem seperti rambutan, jambu air, rujak-rujakan, juga makanan yang pedas. Adik-adik saya juga sampai notice tingkat kemampuan saya untuk makan makanan pedas jadi meningkat, soalnya kami sekeluarga memang tidak terlalu tahan makan pedas, kalau bikin rujak atau sambel paling cabe rawitnya 1 paling banyak 2, sekarang saya bisa kuat makan rujak yang cabenya 5, dan adik-adik saya jadi ga bisa ikutan makan rujak karena terlalu pedas. Hehe. Tapi di sisi lain, suami saya jago banget makan pedas, jadi saya masih punya teman makan makanan pedas.
Menyiasati diri saya yang jadi tidak mau makan nasi, saya ganti sumber karbohidrat dengan singkong, pisang, jagung, alpukat, serabi, bandros, bubur kacang hijau, ubi, roti, walau kadang ga selera juga makan apapun, jadi palingan seharian saya bisa minum susu aja, kasian anak aku sih, tapi kalau dipaksain juga jadi gak enak. hehehe tapi kalau yang ini jarang-jarang sih, seringnya pengen-pengen aja makan yang selain nasi itu. Oya saya minum susunya Frisian Flag Mama, saya dari kuliah memang suka minum susu Frisian Flag, pas tau ada buat ibu hamilnya saya ga ragu buat beli ini, karena rasanya beda sama susu-susu lain sih kalau Frisian Flag, dan yang paling penting tidak membuat perut cranky.
Nah, efek dari tidak makan nasi tadi, bagi orang seperti saya yang awalnya harus makan nasi tiap makan itu yaa pasti badan jadi lemes, tak se-bertenaga jika makan nasi, dan juga jadi cepet lapar, kemanapun dan dimanapun pokoknya harus ada makanan yang siap sedia, perut kerucukan dikit langsung makan buah, atau makan roti, atau makan makanan yang lainnya yang dibawa, makin dicuekin perut yang kerucukan tadi, makin perih perutnya, jadi mending langsung diisi aja meskipun yang masuk dikit-dikit.
Masalah makan ini emang bikin galau, ga boleh makan ini, ga boleh makan itu, gamau makan ini, gamau makan itu, ah  udah macem-macem deh. Tapi ya intinya segala macam makanan pun tidak boleh dimakan secara berlebihan, misal ya masa makan rambutan satu kerdus sendiri, atau minum susu aja terus tanpa mengkonsumsi makanan lain, kan kasian nanti bayi nya makanannya ga ada variasi hehehe.

3. Perubahan di Badan
Kenapa saya ga tulis kenaikan berat badan, karenaaa, dari saya menikah sampai hamil memasuki bulan ke 3, berat badan malah turun 5kg, dan sekarang udah naik lagi alhamdulillaah 3 kg.
Namun, meskipun berat badan turun, tapi ada beberapa bagian anggota tubuh yang  malah membesar, seperti perut, dada, pipi, dan pinggul. Celana kerja saya pun jadi sesak sekali ketika dipakai, namun setelah memakai celana hamil, dan upgrade size pakaian dalam, jadi terasa nyaman kembali. Sedangkan baju sampai saat ini baru 1 saja yang sudah tidak bisa dikancing, yang lainnya masih sangat cukup, karena saya memang tidak suka memakai baju yang pas sekali di badan saya, jadi saat badan saya rada membesar, baju masih bisa dipakai dengan nyaman.

4. Morning Sickness
Morning sickness
ini baru saya rasakan di akhir trimester 1, pas awal-awal malah aman-aman saja, palingan saat awal-awal kehamilan itu mualnya baru saya rasakan setelah duhur dan menjelang tengah malam, itupun mualnya ya mual gitu aja. Tapi pas kemarin-kemarin ini yaampun, tiap pagi itu serasa lagi perang. Mulai dari perang bangun pagi perut udah kerucuk-kerucuk, mules tapi bukan pengen BAB, lalu perang sama sikat gigi, tiap sikat gigi muaaal (nah kan ini kali yang bikin banyak ibu hamil sakit gigi), terus sarapan yang bikin makin mual, pokoknya pagi itu harus bener-bener siapin permen, soalnya kalau muntah sayang makanan yang udah dimakannya, mual dikit makan permen, udah mah makannya susah kan sayang kalau dikeluarin lagi. Belum lagi kalau muntah suka trauma, misal hari ini abis makan makanan A, dan dimuntahin, besok-besoknya jadi gamau makan makanan itu lagi sampai waktu yang lama. Kalau ga dimuntahin mah ya bisa makan lagi makanan A itu.

5. Mood Swing
Super cranky banget apalagi sama suami, kalau ada aja suami salah jawab, meskipun dikit, saya suka langsung bad mood, terus kalau ada orang yang pengen bikin marah tapi saya tahan marahnya, imbasnya jadi mual dan sakit perut yang hebat, mungkin karena asam lambung naik banget kan mungkin. Terus juga jadi melow banget, gampang sedih, gampang nangis, udah kaya lagi PMS aja deh, tapi PMS nya ini tiap hari hehehe.

6. Berhenti Memakai Skin Care
Meskipun ada sebagian orang yang bilang tak apa pakai skin care asal jangan berlebihan, atau ada juga skin care yang aman untuk ibu hamil, tapi saya mah stop semua skin care, malah bukan hanya skin care tapi deodoran juga saya ganti pakai deodoran organik bikianan De Gita adik saya, selain murah, bikinnnya gampang, dan kata De Gita bisa mengurangi risiko terkena kangker payudara. Kalau make up sehari-hari ke kantor saya masih pakai bedak tabur, lipstik, lipbalm, eyebrow drawer, dan eyeliner. Jika ada acara-acara khusus seperti kondangan gitu yaa masih pakai foundation, concealer, eyeshadow, eyeliner, mascara, blush, contour, dan highlighter.

7. Mudah Lelah
Pokoknya semenjak pindahan rumah, belum sekali pun saya beres-beres sendiri, semua dibantuin orang lain karena mudah lelah, apalagi pulang dari kantor, boro-boro pengen beres-beres rumah, yang ada sampe rumah langsung masuk kamar dan tepar, keluar cuma mau solat, makan, udah masuk kamar lagi. Lemari baju yang biasanya tertata semua jadi ga beraturan deh karena diberesin sama orang lain, jadi ya sudah lah sekarang mah terima-terima aja, beresin sendiri juga gak sanggup, semoga bentar lagi udah bisa beres-beres rumah sendiri, soalnya udah gatel pengen beresin yang harus diberesin. Belum lagi masak, kan yaa segimanapun rasa masakan sendiri, biasanya suka lahaaaap banget makannya, sekarang udah gatel juga pengen masak, pengen makan masakan sendiri dengan lahap, tapi yaa gitu, cape, belum lagi harus mencium bau gas, minyak goreng, aduuuh belum kuat kalau sekarang, semoga sebentar lagi bisa masak sendiri.

8. Mimpi Aneh-Aneh
Dalam semalam, saya bisa mimpi 10 hal yang berbeda-beda dan random. Kadang mimpinya panjaaang dan pas bangun masih inget ceritanya dari awal sampai akhir. Sering mimpiin teman-teman dan keluarga juga, kadang mimpinya bener kalau dikonfirmasi ke orangnya, misal mimpiin temen yang pas terakhir ketemu belum jilbaban, tapi di mimpi dia udah pakai jilbab, pas dikonfirmasi beneran udah pake jilbab. Hehehe
Paling sering sih mimpiin suami selingkuh haha kata orang-orang itu tandanya pengen diperhatiin sama suami, katanya sih gitu yaa namanya lagi hamil kalau bukan minta diperhatiin banget sama suami yaa harus ke siapa dong hehehe.

Yaa itulah tadi cerita trimester pertama, seru yaa dipikir-pikir, apalagi kalau ada ngidam-ngidam pengen ini pengen itu, orang-orang di sekitar jadi aware dan ngusahain buat ngewujudin ngidamnya, berasa dimanja gitu deh, hahaha pantesan banyak ibu-ibu kangen hamil, enak juga pengen ini itu dikabulin sama orang-orang hehehe.
Perjalanan hamil masih lumayan panjang, apalagi saat melahirkan itu bukan akhir sesuatu, tapi malah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar, mohon doanya semoga saya bisa menjalani kehamilan ini dengan bahagia, sehat, kuat, tidak banyak mengeluh, banyak bersyukur, dan tidak banyak menyusahkan orang lain. Aamiiin Kalau kata Andien harus, "Embrace Your Pregnancy". Juga untuk teman-teman yang masih menunggu dan berusaha, jangan menyerah yaa, semoga Allah segerakan, yakin semua akan indah pada waktunya. Aamiiin
Rencananya di trimester kedua, saya mau mulai olahraga untuk ibu hamil, lebih banyak makan, belajar parenting, dan baca buku cerita anak-anak, doakan lancar semuanyaaa yaaa. Aamiiin
Terima kasih sudah membaca :)

Thursday, 15 February 2018

The Unspoken: Kata-Kata Perpisahan Untuk Teman-Temanku Di Sana

Saat-saat perpisahan ialah saat-saat yang pasti drama banget buat saya, apalagi kalau harus berpisah dengan keluarga, sahabat, maupun rekan kerja. 
Suatu hari, ada acara perpisahan untuk saya, saya pun sudah menyiapkan kata-kata perpisahan yang panjaaang lebar, yang mewakili perasaan, rasa terima kasih, dan syukur saya selama ada di tempat yang akan saya tinggal waktu itu, namuuuun, entah, suasana hati saya saat menjelang perpisahan itu sangaaat tidak baik, ada banyak sekali rasa tidak enak kepada banyak orang, karena saya pergi duluan, dan pas saya ke depan ketika acara perpisahan untuk menyampaikan kata perpisahan, saya melihat wajah orang-orang yang akan saya tinggalkan, ko rasanya ga enak, sedih, nanti di tempat baru bakalan ada lagi ga ya teman-teman seperti orang-orang ini, sehingga berakibat pada ketidakmampuan saya untuk berbicara di depan, dan saya hanya menyampaikan hal-hal formalitas saja, padahal saya ingin menyampaikan banyak hal untuk orang-orang yang sudah baik sekali kepada saya selama di sana. 
Jadi di tulisan ini, saya ingin tulis hal-hal yang sebenarnya sudah saya siapkan dan ingin saya sampaikan pada saat acara perpisahan itu, semoga teman-teman saya bisa membacanya.

..... (((ini kata-kata yang sudah saya sampaikan di acara itu))) ..... 
Lalu, sebenarnya, ini lanjutannya....

Saya ingin mengucapkan rasa terima kasih yang se besar-besarnya, untuk sahabat-sahabat saya, sahabat se-motor saya, Alfian, yang baik hati, senang menolong, dan selalu sabar membonceng saya setiap pergi dan pulang kerja, juga mengantar saya ke dokter ketika saya sakit, Mba Chika sahabat saya berbagi segala macam cerita yang sudah pergi duluan meninggalkan tempat ini dan saya tidak tahu kapan bisa bertemu Mba Chika lagi, Mas Heru yang selalu mengajari saya banyak hal baik urusan di dalam maupun di luar kantor, Mba Gisca teman sekamar saya selama tinggal di Silale, Bang Anto si Bapak Peri, teman-teman satu angkatan saya yang sebagian sudah pergi duluan meninggalkan tempat ini khususnya Dian Ganyong, teman-teman Silale yang menjadi teman dalam menjalani bulan-bulan pertama ketika menginjakan kaki di tempat ini, senior-senior saya yang senang berbagi ilmu dan pengalaman kepada saya, teman-teman berdiskusi dan belajar di APD, Ibu-ibu APD tempat rumpi, teman-teman Mess Rijali yang baik-baik, Bu Yuli, Eran, Eva, Bang Dika, Kak Evelyn tempat cerita di mess, Tante Tina yang sabar mengurusi urusan rumah tangga Mess Rijali, teman-teman klub renang yang telah mengajarkan saya untuk berenang, dari yang tadinya takut air sampai bisa berenang dan membawa saya melihat pantai-pantai yang indah di Ambon, Mba Mba Mess Karpan yang sudah menjadi kakak saya dan telah mentraining saya masak sebelum menikah kemarin, Bapak-Bapak yang sudah mutasi duluan, Pak Puja, Pak Sugeng, juga semua orang yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, semua hal yang telah terjadi kepada saya di tempat ini akan menjadi pengalaman yang berharga, pelajaran hidup yang berarti, yang akan saya jadikan bekal untuk menjalani kehidupan di masa yang akan datang.
Mohon maaf apabila selama saya berada di sini banyak melakukan kesalahan. Semoga kita dapat bertemu kembali di tempat dan situasi yang lebih baik dari hari ini.
Wassalam...

Saya berkali-kali latihan untuk menyampaikan kata-kata ini, tiap saya latihan saja saya sudah menangis, saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika jadi saya sampaikan di acara perpisahan kemarin, terlebih disaksikan oleh orang-orang yang berat sekali untuk saya tinggalkan. Satu bulan tepat saya ada di tempat baru, dan belum atau mungkin saja tidak akan menemukan lagi teman-teman seperti yang saya miliki di tempat kemarin, tapi ya inilah yang harus saya jalani, ada yang datang ada yang pergi, ada yang datang untuk pergi, ada yang pergi untuk kembali, ada yang datang dan tak akan pergi lagi. 
Semoga teman-teman saya di sana sehat selalu, bisa mencapai cita-citanya masing-masing, dan bahagia lahir batin. Semoga ada lagi orang-orang baik seperti mereka yang bisa jadi sahabat saya di sini, semoga kita bisa bertemu lagi Aamiiin.

See you when i see you, see you on top gaes    
This entry was posted in

Mata Air Ninivala di Desa Piliana Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah

Desember tahun 2016, saya dan Mba Chika dapat penugasan ke Maluku Tengah dan harinya lumayan panjang, jadi ketemu weekend dan bisa curi-curi waktu buat jalan-jalan, secara Pemda setempat juga libur kan kalau Hari Ahad. Nah, di Maluku Tengah ini, banyak tempat wisatanya, yang ter-hits itu Banda Neira, ada juga Pantai Ora, Taman Nasional Manusela, dan ada juga Mata Air Ninivala.
Karena ke Ora udah pernah dan ke Banda Neira itu jauh dari Masohi (Ibu Kota Kab. Maluku Tengah), jadi, saya dan Mba Chika mau coba pergi ke Mata Air Ninivala.
Dari Masohi ke Desa Piliana tempat Mata Air Ninivala berada, perjalanan sekitar 3 jam (jarak kurang lebih 130 km), jalanannya bagus ga banyak kelak kelok kaya pas di Lintas Buru, tapi kalau ke sana harus perhatikan cuaca ya, karena ada jembatan besar yang masih diperbaiki, rusak diterjang banjir, jadi, jika pas musim kering, bisa lewat dengan cara melewati sungai kering, tapi jika musim hujan atau musim angin timur, gabisa lewat, karena sungai berisi air, dan jembatannya waktu itu gabisa dilewatin juga (mungkin ada alternatif menyebrang lain seperti perahu atau kapal speed), semoga sekarang udah bener lah yaa jembatannya.
Sampai di Piliana, sebelum ke Ninivala, nemu spot foto kece, katanya di situ pemandangan bagus banget kalau sunset, yaa ga sunset aja bagus banget loh, jadi berhenti dulu deh buat foto. 


Konon katanya, sebelum dibangun jalan, jika ingin ke Mata Air Ninivala, harus hiking sejauh 10 km, aduuh hayati mah ga akan sanggup kayaknya, mana katanya curam gitu track nya, duuh alhamdulillah aku kesana jalan udah bagus, jadi mobil parkir di pinggir jalan, dan tinggal jalan dikit sekitar 30 meter, sampe deh. Kalo mau ke sini nginep di Masohi dulu kali ya, soalnya sekitarnya hutan-hutan jadi ga ada tempat nginep gitu.

Berada di ketinggian 1280 mdpl di kaki gunung Binaya, inilah Mata Air Ninivala~~~~~


Airnya bersiiih banget, tawar, super dingin (renang-renang ga nyampe 30 menit udah menggigil), ada kabut-kabut di atas air karena memang dingin dan banyak gelembung karena air yang keluar dari tanah.

Seperti biasa, jalan-jalan di Maluku Tengah dianterin oleh driver andalan gue, Bang Sami yang baik hati dan tidak sombong hehehe
Buat yang mau coba ke sini, bisa kontak driver-driver Maluku Tengah yang terpercaya, okey.
Sekian cerita di Mata Air Ninivala.

Friday, 2 February 2018

Catatan untuk Diri Sendiri: Posting Makanan di Instastory

Waktu dulu, Saya termasuk orang yang apa-apa di post di Medsos, lama kelamaan, jadi lebih memfilter hal-hal mana yang boleh atau yang ga boleh di-share di Medsos. Salah satunya adalah makanan. Posting makanan di medsos sudah lama tidak saya lakukan, karena, ko kayaknya penting banget orang-orang mesti tau apa yang kita makan (beda konteks kalo emang jualan makanan sih ya), trus terakhir saya post makanan itu, saat  update instastory lagi makan di Baso Laksana, padahal waktu itu ga nge close up makanannya, cuma cerita kalau saya baru dateng dari Ambon, nyampe ke Tasik, dan tempat pertama yang dituju adalah Baso Laksana. Seingat saya tidak ada adegan memvideokan secara close up baso nya sama sekali, kecuali kalau tak sengaja terekam. Tetiba ada teman di Ambon yang sedang hamil nge-DM, bilang, "Giiin, pengen", saya jawab, "Sok atuh ke Hebring aja" (Hebring itu tempat jualan Baso Solo di Ambon), kata dia, "Beda Giiin, di sini mah ga ada yang kaya gitu" (dia tau soalnya pernah makan di Baso Laksana). Nah, sejak saat itulah, saya berusaha untuk tidak posting lagi makanan-makanan di Medsos (mungking pernah sekali dua kali ada makanan yang tidak sengaja terpamer, maafkan yaa. Tapi mostly, tiap saya mau post makanan, saya selalu keinget sama apa yang terjadi sama teman saya waktu kejadian Baso Laksana itu dan nahan diri untuk ngepost). Apa yang terjadi kepada teman saya itu, ga sesimple dia pengen dan di Ambon ga ada, saya mikirnya, gimana kalo ada banyak ibu hamil lain yang liat instastory saya dan pengen juga tapi ga kesampean, atau ga usah ibu hamil deh, tapi ada berapa banyak orang yang pengen sama makanan yang kita makan, tapi ga bisa kesampean, entah karena emang ga ada di tempatnya, atau (ini sih paling sedih) ga mampu untuk membeli atau membuat makanan tersebut.
Ternyata hal ini bukan saya aja yang sudah menyadarinya, pasti diluar sana sudah banyak sekali yang menyadari sejak lama, salah satunya De Gita, adek bungsu saya. Jadi sekarang tiap kita makan selalu saling mengingatkan untuk tidak update-update di Medsos, bisi "milaraan" a.k.a bikin yang lain pengen, padahal milaraan kucing aja ga boleh apalagi manusia.
Nah, belakangan, saya jadi merasa sering di-milara-in sama orang-orang di medsos, dan inilah latar belakang saya nulis ini sih (curhat). Okelah kalo akun ig atau fb mah yang sering upload-upload makanan ya udah jangan di-follow aja yakan. Ini mah instastory yang pas kita tonton kita gatau di postingan dia itu postingan makanan, dengan foto yang super close up, atau video-video yang bikin pengen macem makanannya lagi diaduk-aduk lah, pake suara-suara "yummy" lah, dan lain sebagainya. Dulu sih suka cuek-cuek aja, dan kadang mikir, lah palingan ga se enak yang saya bayangkan, tapi sekarang beda, alhamdulillaah saya sudah hamil, dan tiap liat makanan yang terlihat enak di instastory itu suka mikir, "Ya Allah ko tega bener ni orang, kan jadi pengen, tapi belinya jauh, atau palingan pas ada makanannya mah paling cuma makan dikit doang biar ngobatin pengen aja, atau makanannya mengandung makanan yang ga boleh dimakan sama orang yang lagi hamil, jadi kita sabar-sabar aja ya dek" (sambil elus-elus perut). Ga nyangka hal sesimple upload makanan di Medsos ini bisa "nyakitin" orang lain, dan udah terasa sama diri sendiri (sekarang jadi baperan, katanya bu hamil jadi sensitif gitu ya? hehe) dan mungkin ada banyak orang juga yang "tersakiti" karena ga bisa makan makanan yang di post padahal pengennya udah nyampe di ubun-ubun, tapi mau gimana lagi ya sabar-sabarin diri sendiri aja.
Ini catetan buat diri sendiri dan mungkin yang baca juga, bahwa kalau sesuatu udah bikin kita merasa disakitin, berarti kita juga ga boleh ngrlakuin hal yang sama karena bisa banget nyakitin orang lain, khususnya dalam hal "milaraan" makanan.
Sekian
This entry was posted in