Wednesday, 28 February 2018

Tebing Keraton, Dago, Bandung



Ahad, 25 Februari 2018 saya dan suami sudah siap pergi dari rumah sejak jam 8 pagi, karena kami berencana nonton pertunjukan angklung di Saung Angklung Udjo pada pukul 10.00 WIB. Saat sarapan, suami saya WA Saung Angklung Udjo untuk booking pertunjukan, namun sayang ternyata pertunjukan pukul 10.00 WIB tidak ada, pertunjukan hanya ada pada pukul 15.30 WIB, jadilah kami yang sudah rapi cari destinasi lain untuk jalan-jalan. Secara random, terpilihlah Tebing Keraton atau warga sekitar menyebutnya Tebing Karaton.

Jarak dari Alun-Alun Bandung ke Tebing Keraton ini sekitar 14km, ini saya googling pas Hari Selasa jadi titik macetnya sedikit, sehingga bisa ditempuh selama 46 menit menggunakan kendaraan roda empat, namun, sudah tahu kan yaa Bandung macetnya seperti apa pas weekend, paling cepat nyampe sana yaa sekitar satu sampai satu setengah jam. Saya kemarin menggunakan sepeda motor jadi lumayan durasi tempuhnya jadi bisa dipercepat.

Source: https://www.google.co.id/maps
Tebing Keraton ini terletak di daerah Dago dan masuk sebagai salah satu Kawasan Wisata Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Selama perjalanan ke Tebing Keraton, kami ditemani dengan udara sejuk khas Dago juga pemandangan kebun sayuran yang indah, tapi jangan kaget jika mencium bau pupuk kandang yang khas yaa. Jalanan menuju Tebing Keraton ini bagus-bagus aja sih, namun kira-kira 500 meter menuju lokasi, kita harus menempuh jalan bebatuan yang cukup tajam, sehingga kendaraan roda empat tidak diperkenankan untuk melewatinya. Bagi kalian yang menggunakan kendaraan roda empat, diharuskan parkir di area yang telah disediakan, dan naik menggunakan ojek atau jalan kaki. Kemarin ada beberapa rombongan sih yang jalan kaki, tapi kalau kalian tipe mainnya manja seperti saya, mending naik ojek aja, secara itu jaraknya lumayan jauh, belum lagi pas masuk di lokasi juga kita mesti jalan nanjak-nanjak yang lumayan cukup bikin cape. Untuk ongkos ojeknya saya ga tau soalnya kemarin ga naik ojek dan ga nanya-nanya juga hehehe.

Pemandangan di Jalan
Pemandangan di Jalan
Jalan Bebatuan
Menuju Parkir Kendaraan Roda 4

Sesampainya di lokasi, kita yang menggunakan kendaraan sepeda motor diharuskakn membayar biaya parkir sebesar Rp5.000,00. Lokasi parkirnya ada 3 dan cukup luas. Saat hendak masuk  ke tebing keratonnya, kita bayar lagi tiket masuk sebesar Rp10.000,00 dan asuransi Rp2.000,00 jadi total per orangnya Rp12.000,00.
 
Tempat Bayar Parkir Motor
Tanda Penitipan Kendaraan Bermotor

Ada Toilet, Mushola, dan Homestay juga
Salah Satu Area Parkir
Rest Area
Pintu Masuk Tebing Keraton
Tiket Masuk Tebing Keraton
Masuk ke lokasi, kita harus tracking, ga jauh-jauh banget sih, deket aja, cuman karena nanjak-nanjak dan turun-turun saya ko cape ya rasanya, apa karena lagi hamil juga ya hehehe.
Di lokasi ini, selain ada Tebing Keratonnya, tapi ada juga menara pengawas, sama camp ground, tapi saya ga ke sana karena cape hehehe.

Jalur Tracking
Ada Camping Ground juga
Tangga-Tangga di Tebing Keraton
Banyak Loh yang Sepedahan Ke Sini
Selfie Ria
Di sini kita bisa foto-foto aja sih, mau duduk-duduk juga bisa tapi fasilitas buat duduk-duduknya dikit, ada 1 saung-saung tapi kalau duduk di saung itu pemandangannya ga keliatan, pengennya pas liat tebing itu bisa sambil leyeh-leyeh ngemil, duduk-duduk cantik sambil minum yang anget-anget, tapi ga ada ehehehe. Ada warung-warung yang jualan minuman, makanan, tapi adanya di sekitaran area parkir dan rest area, bukan di dalam lokasinya, jadi lebih baik, kalau mau ngemil atau makan di dalam lokasi Tebing Keraton bawa bekal saja, tapi jangan lupa sampah di buang ke tempatnya, ada ko tempat sampahnya di dalam kawasan Tebing Keraton. Daaan, ini dia foto-foto di Tebing Keraton kemarin:

Enjoy
Hijaaauuuu
Bandung

Gatau Siapa, Liatnya aja Takut
Suami Akyuuu
Saya dan Suami

Tapi tenang, lokasi wisata ini masih dalam proses pengembangan, rencananya tahun 2018 ini akan dibangun sky walk, dari gambarnya sih keren banget itu sky walk nya bisa liat air terjun, yaa kita doakan semoga pembangunannya lancar, jadi next time bisa ke sini lagi dengan suasana yang berbeda.
Rencana Pengembangan 2018
Itu dia cerita saya di Tebing Keraton, terima kasih sudah membaca. 

0 comments:

Post a Comment