Tuesday, 24 September 2019

Heran

Saya tahu, masih banyak orang yang lebih jahat di dunia ini, dan saya harusnya memang masih tetap bersyukur, and always trying to be kind, sampai tak punya alasan lagi untuk baik.
Tapi, dipikir-pikir, mengapa ada orang yang tidak baik/tidak bisa baik? Padahal apa yang kamu tanam itulah yang akan kamu tuai. Meskipun jarang piknik, banyak tekanan, hormon lagi gak stabil, atau apapun, tapi orang lain itu tak seharusnya jadi pelampiasan atas apa yang terjadi kepada kita, apalagi orang lain tersebut sudah baik kepada kita. Kenapa kita mesti jutek, marah-marah, uring-uringan? Please....
Manajemen emosi memang tak ada pelajarannya saat sekolah, makanya semoga anak-anak di masa depan, bukan cuma punya skill dalam pelajaran, pekerjaan, melainkan punya social skill yang baik, manajemen emosi yang baik, sehingga tidak moody, tempramen, suka menyalahkan orang lain, grasak-grusuk dsb.
Jangan sampe orang yang lewat atau papasan kena semprot karena kita lagi pengen marah-marah. Plis kasian orang itu, gak tau apa-apa, apalagi kalau dia udah baik sama kita, atau udah do the best buat kita, tapi kenapa mesti kena semprot cuman karena kita lagi moody.
Lagi, jaga kesehatan. Karena faktor tekanan darah tinggi, hormon dsb sangat-sangat mempengaruhi. Sering olahraga, yoga, meditasi, dan istigfar. Juga makan-makanan yang halalan thoyyiban, halal dan baik.
Jangan lupa piknik, kerja atau belajar terus itu sangat boleh, tapi jangan lupa ada sisi lain dari diri kita yang perlu kita kasih makan juga. Happy, bersyukur, gak panikan, tenang, berfikir positif jangan suudzon mulu, itu yang saya rasa sebagian faktor dari banyaknya hal yang bisa membuat kita jadi orang baik.
Salam Orang Baik

0 comments:

Post a Comment