Monday, 13 January 2020

Belanja Online VS Offline

Beberapa bulan ini, sering banget merenungi barang-barang yang saya beli secara online. Yap, mostly, hampir 80% barangnya jarang sekali dipakai, atau bahkan ada yang belum pernah saya pakai sama sekali.
Apa yang salah? Padahal barangnya sesuai seperti yang saya lihat ketika membeli online.
Setelah saya menganalisis diri saya sendiri, ternyata dalam berbelanja, selain ada barang yang dibeli, ada juga value yang didapat. Saat membeli secara online, barang tersebut hanya lolos seleksi indra penglihatan, sedangkan jika membeli secara offline, barang tersebut telah lolos seleksi minimal 2 indra, yaitu indra penglihatan dan indra peraba. Bahkan, pasti ada barang yang lolos seleksi hingga 5 indra.
Dalam kehidupan, semakin sulit seleksinya, maka akan semakin berkualitas sesuatu yg lolos seleksi tersebut. Misal, ketika saya membeli pakaian secara online, saya cukup melihatnya saja, klik, terjadi transaksi jual beli. Jika beli secara offline, tentu saja saya akan meraba-raba bahannya, mencobanya di ruang ganti, sampai minta pendapat partner belanja saat itu, "eh ini cocok ga di aku?" "Ini bagus ga?" "Ini pas kan ya size nya?" Blablabla dan sebagainya.
Belum lagi, berbelanja offline juga menurut saya lebih menanamkan value dr barang tersebut. Misal, oh ini beli nya kan waktu sama si ini, ini belinya waktu ke sini, gara2 beli ini jadi ketinggalan kereta/pesawat, beli ini setelah muter-muterin toko 3 kali, dan lain sebagainya. Value itu nantinya akan menjadikan barang yg kita beli sebagai personal item yg memorable, sama halnya jika ada barang pemberian orang, kalau saya biasanya, barang yang dikasih orang itu akan lebih sering saya pakai dan dipakai sampai rusak banget, bahkan sudah rusak pun tak akan saya buang, krn disitu ada kasih sayang seseorang kepada saya sehingga rela mengorbangkan tenaga, pikiran, dan materinya untuk diberikan kepada saya.
Sekarang udah belajar ngurang-ngurangin belanja online, kecuali di online shop yang aku udah aku percaya banget dan ga pernah ngecewain. 
Tertampar juga sih sama salah satu toko olahraga ter lengkap di Ambon yang punya 2 outlet di 2 mall yang berbeda, dan salahsatunya tutup. Alasannya tutupnya sih (info dari pegawainya) karena biaya operasional meningkat dan mungkin jadi ga sebanding sama nilai penjualannya, aku sendiri ngeliat orang-orang di kantor lebih seneng belanja online daripada offline, sampai beli mangga pun mau beli online, secara ga percaya sama kualitas mangga di sini, dan emang harganya mahal, which is meskipun kalo dikirim dari jawa meski ada ongkir, tetep yaa mahalan mangga yang ada di sini padahal di jualnya di pasar yang mungkin biaya operasionalnya tidak terlalu banyak.  Apalagi kalau di pasar yang jual biasanya petaninya langsung, yang jualannya ya itu itu aja dan ngambil untungnya ga terlalu banyak.
Mungkin itu juga yang terjadi sama toko perlengkapan olahraga ini, bayangkan, biaya operasional suatu outlet di suatu mall, dibanding penjualannya yang mungkin ga sebanding sama biaya sewa outlet, padahal kualitas sepatu atau barang-barangnya sama, sampai-sampai sering ada diskon banyak, tapi orang-orang lebih suka belanja online, ditambah sekarang banyak e commerce yang ngasih free ongkir, makin tercekik lah orang yang jualan offline.
Padahal ya, aku sebagai orang yang seneng jualan juga, nikmatnya jualan offline itu lebih-lebih daripada jualan online. pertama, karena jualan offline itu barangnya udah dicobain dulu sama buyer, lolos seleksi 5 panca indra, dan ga ada saling curiga. Kalo beli online itu kadang yaa suka takut-takut kena tipu, barang ga sesuai sama gambar, rusak di jalan, dan sebagainya.
Yaa memang sih jaman berubah, di beberapa negara malah udah ada virtual mart, tapi kembali ke masing-masing aja, kalau saya sih memang kalau produk-produk fashion seminimal mungkin beli online, tapi kalau makanan, tiket pesawat/kereta/hotel atau alat elektronik masih online juga. Semua ada positif negatifnya, tinggal posisikan diri dan jujur sama diri sendiri. Kamu kalo beli sesuatu lebih puasnya belanja online apa offline? 

0 comments:

Post a Comment